CIAMIS – Babinsa Desa Imbanagara Koramil 1301/Ciamis, Sertu Roni, melaksanakan monitoring proses pengeringan biji jagung di Blok Gunungsari RT 06/RW 07, Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial di bidang ketahanan pangan sekaligus bentuk pendampingan TNI AD kepada para petani dalam menjaga kualitas hasil pertanian setelah masa panen.
Dalam kegiatan itu, Sertu Roni mengunjungi Amin, salah seorang petani jagung yang tergabung dalam kelompok tani setempat. Amin tengah melakukan pengeringan biji jagung hasil panen bertahap dari lahan seluas kurang lebih satu hektare.
Dari lahan tersebut, hasil panen jagung diperkirakan mencapai sekitar 6 hingga 10 ton pipilan, bergantung pada kondisi tanaman, kualitas panen, serta proses pengeringan yang dilakukan.
Pengeringan menjadi salah satu tahapan penting dalam penanganan pascapanen. Proses tersebut bertujuan mengurangi kadar air sehingga jagung dapat disimpan lebih lama, terhindar dari kerusakan, serta memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih baik.
Babinsa Desa Imbanagara, Sertu Roni, mengatakan bahwa pendampingan kepada petani terus dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pertanian dan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
“Kami terus memantau perkembangan pertanian di wilayah binaan, mulai dari proses penanaman, perawatan, panen, hingga penanganan pascapanen. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani sekaligus membantu mencarikan solusi apabila ditemukan kendala, ” ujar Sertu Roni.
Menurutnya, proses pengeringan harus dilakukan secara tepat agar kualitas jagung tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan selama penyimpanan.
“Pengeringan merupakan tahapan penting untuk menurunkan kadar air, menjaga daya simpan, dan mempertahankan nilai jual jagung. Kami berharap para petani memperhatikan proses ini dengan baik agar hasil kerja keras mereka memberikan manfaat yang maksimal, ” ungkapnya.
Sertu Roni menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, TNI, kelompok tani, dan masyarakat.
“Ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kepedulian bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan para petani, ” tambahnya.
Sementara itu, Amin mengaku senang dengan perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa kepada para petani di Desa Imbanagara.
“Kami merasa terbantu dan semakin bersemangat dengan kehadiran Babinsa yang datang langsung melihat proses pengeringan jagung. Pendampingan seperti ini menunjukkan bahwa para petani tidak bekerja sendiri, ” ujar Amin.
Ia berharap hasil panen jagung tersebut dapat memiliki kualitas yang baik dan memperoleh harga jual yang sesuai.
“Jagung ini merupakan hasil panen bertahap dari lahan sekitar satu hektare. Kami berharap proses pengeringannya berjalan lancar sehingga kualitas pipilan tetap terjaga, dapat disimpan lebih lama, dan memiliki harga jual yang baik, ” tuturnya.
Danramil 1301/Ciamis, Mayor Inf Dede Rohendi, mengapresiasi peran aktif Babinsa dalam mendampingi para petani dan mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaan.
“Tugas Babinsa tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan wilayah, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian dan ketahanan pangan, ” tegas Mayor Inf Dede Rohendi.
Menurutnya, monitoring di lapangan sangat diperlukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi nyata yang dialami para petani.
“Melalui monitoring secara langsung, Babinsa dapat mengetahui perkembangan hasil pertanian serta kendala yang dihadapi petani. Apabila terdapat permasalahan, Babinsa dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa, penyuluh pertanian, maupun pihak terkait untuk mencari solusi, ” jelasnya.
Mayor Inf Dede Rohendi berharap sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat terus ditingkatkan guna memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis.
“Kami akan terus mendorong para Babinsa agar aktif mendampingi petani. Dengan kebersamaan dan kerja keras seluruh pihak, kami optimistis produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat, ” pungkasnya.
Kegiatan monitoring pengeringan biji jagung di Desa Imbanagara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung petani serta mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis. (PERS)

Updates.